Pelokalan, Lokalisasi, Penguatan Lokal

penguatan lokal

Saya diminta menerjemahkan satu teks narasi video animasi pendek (dan video itu pun akhirnya saya narasikan juga, dengan suara serak-serak manja… #idih). Dalam prosesnya, saya menemukan satu tantangan. Lagi-lagi ini soal kata localization.

Saya katakan “lagi-lagi”, karena salah kaprah terkait terjemahan kata tersebut sudah saya dan kawan-kawan penerjemah alami berkali-kali, khususnya dalam percakapan, ketika kami berbincang mengenai salah satu kategori penerjemahan. Banyak yang keseleo menerjemahkannya menjadi lokalisasi.

Sebagian besar penerjemah Indonesia pasti mafhum, kata yang biasa dipakai untuk menerjemahkan “localization”, dalam kaitannya dengan upaya penyesuaian bahasa perangkat lunak komputer maupun situs web agar memudahkan para pengguna setempat, adalah pelokalan. Dalam konteks tersebut, kata “lokalisasi” dihindari agar tidak rancu dengan penggunaannya dalam merujuk kepada proses pemusatan para pekerja seks komersial di satu lokasi khusus demi kemudahan pengawasan dan pelayanan kesehatan.

Saya berusaha menjelaskan duduk persoalannya kepada klien yang sama sekali tidak mengerti bahasa Indonesia. Saya bilang kepadanya (dalam bahasa Inggris): “Cukup pelik bagi saya menerjemahkan kata ‘localization’, karena saat ini ada dua cara yang umum, yakni menerjemahkannya menjadi ‘lokalisasi’, atau menjadi ‘pelokalan'” sedangkan kedua kata tersebut tidak cocok dengan konteks yang dibicarakan dalam video animasi pendek yang sedang saya, ehm, lokalkan.

Video yang dimaksud bicara tentang bisnis-bisnis kecil dan menengah milik perseorangan atau kelompok di suatu wilayah terbatas yang, dalam kenyataannya, tergerus oleh perusahan-perusahan besar multinasional yang kerap diuntungan lewat deregulasi serta subsidi pemerintah. Padahal, usaha-usaha kecil dan menengah itulah yang lebih membutuhkan bantuan untuk bisa bertahan dan berkembang. “Localization” dan “going local”, menurut video tersebut, adalah ajakan kepada semua pihak untuk memperkuat komunitas lokal, dan salah satu caranya adalah dengan memperkuat perekonomian lokal.

Kata kunci “memperkuat” saya ambil sebagai jalan keluar dilema penerjemahan kata “localization” tadi. Saya katakan kepada klien: “Yang saya gunakan adalah (frasa) ‘penguatan lokal‘, yang (dalam bahasa Inggris) secara harfiah bermakna ‘local strengthening‘.”

Dan dia setuju.

bekabuluh lc

Membutuhkan penerjemah untuk proyek Anda berikutnya? Klik di sini untuk terhubung dengan Bekabuluh Language Consulting, layanan terjemah profesional yang berpusat di Jogja. | Looking for a translator for your next project? Click here to learn about Bekabuluh Language Consulting, a professional translation service in Yogyakarta.

Ingin tahu lebih lanjut tentang penguatan lokal, dan bagaimana Anda dapat membantu komunitas-komunitas lokal dan memperkuat sendi-sendi perekonomian mereka (kita) bersama? Silakan saksikan videonya (dan nikmati suara saya… #eh).

 

One response to “Pelokalan, Lokalisasi, Penguatan Lokal

  1. Pingback: Menerjemahkan Takarir “The Economics of Happiness” | Bekabuluh·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s